Kamis, 30 April 2009

10 Langkah Aman Pencegahan Flu Babi

10 langkah pencegahan flu babi dikeluarkan Working Group ASEAN for One Health, berikut ini tipsnya :

1. Cuci tangan Anda sesering mungkin.

Mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan Anda setelah dicuci. Jika tidak ada air, Anda mungkin bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol.

2. Hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut

Virus influenza sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontaminasi oleh kuman, kemudian bersentuhan dengan mata, hidung atau mulutnya.

3. Hindari kontak terlalu dekat

Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Untuk sementara, hindari berjabat tangan, serta ciuman dengan orang di wilayah yang dilaporkan terserang wabah influenza.

4. Tinggallah di rumah jika sedang sakit.

Jika mungkin, tinggallah di rumah dan hindari pusat-pusat keramaian, jika Anda sedang sakit. Anda akan membantu mencegah orang lain dari kemungkinan tertular oleh penyakit Anda.


5. Gunakan penutup hidung dan mulut

Gunakan sapu tangan atau tisu ketika Anda sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak punya tisu, gunakan lengan baju bagian depan, jangan pakai telapak tangan. Buanglah tisu di tempat sampah.

6. Tetaplah menjaga jarak.

Jika anda sedang sakit, jagalah jarak dengan orang lain untuk melindungi mereka agar tidak ikut terserang sakit.

7. Terapkan gaya hidup sehat.

Pikirkan ulang untuk merokok, istirahat atau tidur yang cukup, olahraga secara rutin sehingga tubuh bisa aktif, mengelola tingkat stress, meminum air banyak-banyak, memakan makanan bernutrisi.

8. Konsultasi dengan dokter jika anda sakit.

Datanglah ke pusat layanan kesehatan atau dokter jika ada tanda-tanda gejala Anda sedang sakit, seperti susah bernafas, pikiran sedang kacau, dan muntah-muntah.

9. Tunda perjalanan jika sedang sakit

Jika Anda sedang sakit, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau alat transportasi lainnya. Jika Anda terpaksa harus terbang ke negara yang terserang flu Babi, kemudian Anda merasa sakit setelah kembali, maka Anda secepatnya harus konsultasi ke dokter.

10. Ikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan lokal.

Anda perlu tetap mengikuti perkembangan situasi terkini dari wabah influenza dan saran-saran yang disampaikan oleh otoritas kesehatan lokal

Diambil dari http://www.kabarinews.com/article/Berita_Indonesia/Kesehatan/Kesehatan_10_Langkah_Aman_Pencegahan_Flu_Babi/32998

Penularan Flu Babi Bisa Terjadi Antarmanusia

Penyakit flu babi saat ini sudah memasuki level V, sehingga penularannya bisa terjadi antarmanusia.

"WHO (Organisasi Kesehatan se Dunia) pagi tadi (Kamis, 30/4)sudah menetapkan flu babi menjadi tahap lima. Ini apa artinya? Penularannya bisa terjadi
dari manusia ke manusia," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di sela diskusi Dapatkah Orang Miskin itu Sehat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menurutnya, meski sudah berada pada level tersebut, sampai saat ini tidak perlu mengeluarkan travel warning bagi masyarakat Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri.

"Hanya saja kalau mereka akan menuju negara-negara yang terkena flu babi seperti ke Meksiko, perlu mendapat penjelasan yang rinci dan lengkap mengenai situasi kesehatan yang sedang
terjadi," katanya.

Sementara itu, mereka yang datang ke Indonesia, jelasnya, harus dipemeriksa dengan menggunakan thermo scan, body spray disinfectant atau alat lainnya yang sudah terpasang.

"Kalau memang dicurigai suspect, akan segera mendapat perawatan dan segera dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Menkes menjelaskan, saat ini seluruh Puskesmas sudah dilengkapi dengan obat penangkal dan lebih dari 100 rumah sakit siap menangani penyakit yang diakibatkan oleh virus H1N1 itu. Tetapi ditanya tingkat keganasannya, ia menyatakan flu babi masih berada di bawah flu burung.

Angka kematian flu babi saat ini sekitar 6%, sedangkan flu burung 80%. "Artinya setiap 100 orang yang terkena flu babi, yang meninggal hanya enam orang. Sedangkan flu burung, 80 orang meninggal pada setiap 100 orang yang terkena," jelasnya.

Menkes juga mengatakan, untuk menanganinya tidak perlu menyediakan dana tersendiri sebab masih bisa diatasi dengan dana-dana yang tersedia saat ini.

Dalam kesempatan itu Siti Fadilah Supari mengakui adanya keberatan dengan sebutan flu babi. Sebab, dengan menyebut flu babi, mengakibatkan perdagangan daging babi dan produk turunannya merosot.

Oleh karena itu, kata Menkes, lebih tepat menyebutnya sebagai flu Meksiko, karena penyakit itu awalnya muncul di Meksiko.

Penyakit flu babi saat ini sudah memasuki level V, sehingga penularannya bisa terjadi antarmanusia.

"WHO (Organisasi Kesehatan se Dunia) pagi tadi (Kamis, 30/4)sudah menetapkan flu babi menjadi tahap lima. Ini apa artinya? Penularannya bisa terjadi
dari manusia ke manusia," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di sela diskusi Dapatkah Orang Miskin itu Sehat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menurutnya, meski sudah berada pada level tersebut, sampai saat ini tidak perlu mengeluarkan travel warning bagi masyarakat Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri.

"Hanya saja kalau mereka akan menuju negara-negara yang terkena flu babi seperti ke Meksiko, perlu mendapat penjelasan yang rinci dan lengkap mengenai situasi kesehatan yang sedang
terjadi," katanya.

Sementara itu, mereka yang datang ke Indonesia, jelasnya, harus dipemeriksa dengan menggunakan thermo scan, body spray disinfectant atau alat lainnya yang sudah terpasang.

"Kalau memang dicurigai suspect, akan segera mendapat perawatan dan segera dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Menkes menjelaskan, saat ini seluruh Puskesmas sudah dilengkapi dengan obat penangkal dan lebih dari 100 rumah sakit siap menangani penyakit yang diakibatkan oleh virus H1N1 itu. Tetapi ditanya tingkat keganasannya, ia menyatakan flu babi masih berada di bawah flu burung.

Angka kematian flu babi saat ini sekitar 6%, sedangkan flu burung 80%. "Artinya setiap 100 orang yang terkena flu babi, yang meninggal hanya enam orang. Sedangkan flu burung, 80 orang meninggal pada setiap 100 orang yang terkena," jelasnya.

Menkes juga mengatakan, untuk menanganinya tidak perlu menyediakan dana tersendiri sebab masih bisa diatasi dengan dana-dana yang tersedia saat ini.

Dalam kesempatan itu Siti Fadilah Supari mengakui adanya keberatan dengan sebutan flu babi. Sebab, dengan menyebut flu babi, mengakibatkan perdagangan daging babi dan produk turunannya merosot.

Oleh karena itu, kata Menkes, lebih tepat menyebutnya sebagai flu Meksiko, karena penyakit itu awalnya muncul di Meksiko.

Penyakit flu babi saat ini sudah memasuki level V, sehingga penularannya bisa terjadi antarmanusia.

"WHO (Organisasi Kesehatan se Dunia) pagi tadi (Kamis, 30/4)sudah menetapkan flu babi menjadi tahap lima. Ini apa artinya? Penularannya bisa terjadi
dari manusia ke manusia," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di sela diskusi Dapatkah Orang Miskin itu Sehat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menurutnya, meski sudah berada pada level tersebut, sampai saat ini tidak perlu mengeluarkan travel warning bagi masyarakat Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri.

"Hanya saja kalau mereka akan menuju negara-negara yang terkena flu babi seperti ke Meksiko, perlu mendapat penjelasan yang rinci dan lengkap mengenai situasi kesehatan yang sedang
terjadi," katanya.

Sementara itu, mereka yang datang ke Indonesia, jelasnya, harus dipemeriksa dengan menggunakan thermo scan, body spray disinfectant atau alat lainnya yang sudah terpasang.

"Kalau memang dicurigai suspect, akan segera mendapat perawatan dan segera dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Menkes menjelaskan, saat ini seluruh Puskesmas sudah dilengkapi dengan obat penangkal dan lebih dari 100 rumah sakit siap menangani penyakit yang diakibatkan oleh virus H1N1 itu. Tetapi ditanya tingkat keganasannya, ia menyatakan flu babi masih berada di bawah flu burung.

Angka kematian flu babi saat ini sekitar 6%, sedangkan flu burung 80%. "Artinya setiap 100 orang yang terkena flu babi, yang meninggal hanya enam orang. Sedangkan flu burung, 80 orang meninggal pada setiap 100 orang yang terkena," jelasnya.

Menkes juga mengatakan, untuk menanganinya tidak perlu menyediakan dana tersendiri sebab masih bisa diatasi dengan dana-dana yang tersedia saat ini.

Dalam kesempatan itu Siti Fadilah Supari mengakui adanya keberatan dengan sebutan flu babi. Sebab, dengan menyebut flu babi, mengakibatkan perdagangan daging babi dan produk turunannya merosot.

Oleh karena itu, kata Menkes, lebih tepat menyebutnya sebagai flu Meksiko, karena penyakit itu awalnya muncul di Meksiko.

Penulis : Agus Utantoro

MENUNGGU HASIL UJIAN NASIONAL 2009


Ujian nasional 2009 tingkat SMP berlalu sudah...Sekarang tinggal menunggu hasil dengan hati deg-degan.Bagi anak-anak yang sudah siap 100% mungkin tak ada masalah, Tetapi banyak juga anak yang belum siap ujian menghadapi pengumuman kelulusan dengan hati tenang...Enjoy aja lagi...itu falsafah mereka.Ya siap tidak siap pengumuman kelulusan tetap ditunggu banyak orang. Tidak hanya murid tetapi guru dan para wali murid juga deg-degan menanti hasil kelulusan. Mari kita doakan bersama agar mereka yang telah menempuh ujian nasional 2009 ini dapat lulus 100%. Mereka adalah anak bangsa calon generasi penerus kita....Kita doakan semoga kalian semua lulus 100% ...Amin.

Virus Flu Babi Ada di Indonesia

Liputan6.com, Denpasar: Indonesia tak lepas dari sejarah wabah flu dunia. inilah yang terjadi di Bali pada 1918 lalu saat pandemik flu Spanyol merebak ke seluruh dunia. Dari jutaan orang meninggal, 30 ribu di antaranya adalah warga Bali.

Gusti Ngurah Mahardika, Kepala Laboratorium Biomedik Universitas Udaya Bali, di Denpasar, Bali, Rabu (29/4), menyatakan virus flu babi atau swine influenza dengan sub type H1N1 dipastikan sudah ada di Indonesia. Tapi, mempunyai genetik atau sifat yang berbeda. Flu Spanyol yang menewaskan warga Bali juga masuk sub tipe H1N1.

Tentunya ini bertolak belakang dengan yang telah dinyatakan pemerintah. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan jenis virus influenza ini tak bisa berkembang di iklim seperti Indonesia [baca: Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Tenang].

Yang harus diketahui secara luas adalah virus flu babi berkembang dari babi yang masih hidup. Karena itu, amat riskan mereka yang bekerja di peternakan. Sedangkan daging babi diduga masih aman untuk dikonsumsi, sepanjang melalui pemanasan minimal 70 derajat celsius paling sedikit tiga menit [baca: Rumah Makan Belum Terpengaruh Flu Babi].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Kamis, 23 April 2009

HADAPI UJIAN NASIONAL DENGAN HATI SENANG



Tak terasa ujian nasional tinggal menghitung hari,mau tidak mau harus siap menghadapi ujian.Siapkan mental dan fisik kalian, Tingkatkan belajar dan ketakwaan terhadap tuhan YME serta berserah diri. Tapi bukan berarti pasrah lho...Yang jelas kalian mesti belajar tekun (Jangan terlalu spaneng, Selingi dengan penyegaran tapi jangan kelamaan)Tingkatkan ibadah minta sama yang maha kuasa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal, So....Selamat belajar moga sukses tuk semuanya dan hasilnya sesuai dengan harapan ...Amin

POSTING ...YUK....


Sudah punya blok sendiri...Trus ngapain yach...masa si blog dibiarkan terlantar, gak seru kan...?
Kita mulai posting yuk....Tapi senbentar...apa sih posting itu...Bagi kalian yang baru kenal apa itu blog posting adalah aktifitas kita untuk mulai mengisi blog bisa dengan tulisan,gambar ataupun video.Trus gimana untuk mulai posting ? Kalian sign in dulu diblogmu misal di blogspot, Isikan password dan ID mu, Setelah itu masuk ke dasboard kemudian klik posting, tampilannya seperti gambar dibawah ini

Pada judul kalian tuliskan judul dari posting kalian kemudian mulailah menulis dikotak yang tersedia,Sebelum diterbitkan bisa diklik pratinjau untuk lihat hasilnya kalau sudah mantap baru klik terbitkan entri,dengan demikian tulisanmu dah bisa dibaca dari penjuru manapun.Mudah bukan....silakan bikin postingan yang banyak...yang bermanfaat yach...sampai ketemu lagi dipostingan berikutnya

3 LANGKAH MUDAH MEMBUAT BLOG

Pagi yang cerah....Kucoba sambut hari baru dengan senyum. Dibenakku muncul harapan-harapan baru yang semakin memotivasi aku dalam menghadapi hari ini. Tidak panjang lebar saya bermaksud melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang blog. Tentunya kalian sudah baca postingan saya sebelumnya tentang apa itu blog dan kali ini saya akan tunjukan pada kalian bagaimana mudahnya membuat blog untuk kepentingan apapun (kalau bisa untuk hal yang positif n bermanfaat ya...)
Sebelum masuk kelangkah 1 kalian harus mempunyai alamat email dan aktifkan situs http://www.blogger.com untuk blogspot atau http://www.wordpress.com untuk wordpress. setelah itu mulai dengan langkah 1
Langkah 1
MEMBUAT ACCOUNT

Kalian klik panah warna orange untuk kelangkah membuat account

Isikan form tersebut sampai selesai kemudian lanjut kelangkah kedua
Langkah 2
MEMBERI NAMA BLOG

Setelah memberi nama blog lanjutkan ke langkah terakhir membuat blog
Langkah Ketiga
MEMILIH TEMPLATE

Selamat.....Blog anda sudah jadi...Siap digunakan dan selamat berposting ria...